Monday, 8 April 2019

[MItos Jawa 1] 20 Mitos di Jawa, Khususnya Banyumas, Jawa Tengah, Bagian 1

[Mitos Jawa 1] 20 Mitos di Jawa, Khususnya Banyumas, Jawa Tengah, Bagian 1

dedepurnomo393.blogspot.com
My Own Property
     Apa itu mitos? Mitos adalah sesuatu yang dianggap keramat dan memiliki nilai mistis tertentu. Namun, pengertian mitos ini sendiri juga bisa berbeda-beda menurut para ahli. Mitos sendiri sudah memang sudah ada sejak dulu. Saya pun tidak tahu entah kapan mitos itu mulai berkembang. Namun yang pasti, kita pasti mulai mengenal mitos sejak kita kecil yang sering disampaikan oleh orang tua kita. Mitos ini sebenarnya adalah suatu nasihat, namun penyampaiannya menggunakan kalimat peringatan yang sangat mengena dan bergantung situasi dan kondisi. Boleh percaya atau tidaknya mitos-mitos berikut, tentu bergantung kita masing-masing. Tapi sebenarnya mitos itupun banyak yang berdasarkan ajaran agama, tata karma, dan sopan santun, namun disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami anka-anak. Memang biasanya mitos-mitos tersebut disampaikan kepada anak-anak yang memang tingkat penalarannya masih rendah sehingga harus menggunakan bahasa yang sederhana. Berikut adalah beberapa contoh mitos yang ada di Jawa, terutama di Banyumas, Jawa Tengah.
1. Jangan duduk di pintu, nanti susah dapat jodoh
Ini yang sering kita dengar ketika duduk di pintu. Mungkin maksudnya adalah kita jangan duduk di pintu karena pintu adalah jalan masuk keluar orang. Jadi ketika kita duduk di pintu akan menghalangi mereka yang melewati pintu itu. Sungguh pesan explisit yang bagus.

2. Kalau kuku tangan kanan ada bunganya, tandanya ada yang suka
Coba cek kuku tangan kanan masing-masing, apakah ada bunga kukunya? Kalau ada berarti ada yang suka. Sebaliknya, kalau bunga kukunya ada di tangan kiri, maka tandanya ada yang membenci kita. Itulah mitos yang beredar dari dulu. Namun, sejauh yang saya tahu, bunga kuku sebenarnya adalah jamur kuku. Jamur ini berwarna putih di kuku. Biasanya ada beberapa jamur kuku tersebut.

3. Kalau makan tidak habis, nanti ayamnya mati
“Nak, habisin makanannya! Kalau ngga habis nanti ayamnya mati lho!” Itulah yang sering diucapkan orang tua kita ketika kita makan namun tidak habis, dan kebetulan kita juga punya peliharaan ayam. Mungkin maksudnya adalah makanan yang tidak habis nantinya akan mubazir karena hanya dibuang. Maka daripada dibuang, mending dihabiskan saja makanannya. Karena membuang-membuang makanan merupakan perbuatan yang tidak baik/tercela.

4. Pas sedang makan ada rambut panjang, tandanya panjang umur
Lagi enak-enaknya makan, tiba-tiba ada rambut yang muncul. Tentu rasanya jijik dan tidak ingin makan lagi, yang akhirnya makanannya dibuang. Namun, mitosnya kalau nemu rambut panjang pas sedang makan tandanya panjang umur. Akhirnya makan pun dilanjutkan dan rasanya malah senang karena umur kita panjang. Namun sebaliknya, kalau nemu rambut pendek, maka umur kita juga pendek. Itulah mitos yang berkembang. Mungkin maksudnya adalah biar kita tidak membuang makanannya karena merasa jijik. Sehingga kita melanjutkan untuk makan dan menghabiskannya.

5. Makan jangan disangga, nanti istrinya direbut orang
Makan disangga maksudnya hanya memegang bagian bawah piringnya. Mitosnya besok kalau sudah menikah istri/suami kita akan direbut orang lain. Mungkin maksudnya adalah pegang piringnya yang benar. Karena kalau hanya disangga, piringnya mudah tumpah karena memegangnya kurang kuat. Peganglah bagian bawah dan samping piring agar tidak mudah tumpah. Karena kalau tumpah makananya akan mubazir juga.


https://ariffst.wordpress.com

6. Jangan bangun siang, nanti rezekinya dipatok ayam
Ajaran ini juga sebenarnya ada dalam agama, yaitu bangunlah pagi agar rezeki kita dimudahkan. Mungkin maksudnya adalah itu, yaitu kalau kita bangun siang nanti rezekinya diambil orang karena kita tidak segera bergegas. Sama saja halnya seperti sebuah kesempatan yang seharusnya menjadi milik kita tetapi diambil orang lain karena kita tidak bergegas mengambil kesempatan itu. Itu karena kita memilih tidur dan bangunnya siang. Jadi sangat mengena ya.

7. Kalau nyapu tidak bersih, nanti suaminya brewokan
“Ndu, nyapunya yang bersih, nanti suaminya brewokan lho.” Mungkin itu yang sering kita dengar. Mungkin maksudnya adalah agar kita nyapunya bersih dan tidak ada sampah yang tersisa. Karena kalau nyapunya tidak bersih, maka tidak enak dipandang dan akan membuat pekerjaan sia-sia. Ini biasanya disampaikan kepada anak perempuan oleh orang tuanya.

8. Jangan duduk dibantal, nanti bisulan
Mungkin karena dulu masih banyak yang bisulan, terutama anak-anak, maka kalimat tersebut sangat ampuh agar anak-anak tidak duduk dibantal. Mungkin maksudnya adalah bahwa bantal itu fungsinya untuk tidur dan untuk alas kepala, bukan untuk duduk. Maka tidak sopan kalau bantal itu diduduki dan bisa saja menjadi kotor kalau diduduki.

9. Jangan makan sayap ayam, nanti lamarannya ditolak
Padahal sayap ayam itu enak tapi kita tidak boleh makan oleh anak-anak. Biasanya yang boleh makan sayap ayam adalah orang tua. Ini karena ada mitos kalau makan sayap ayam nanti lamarannya ditolak. Tentu ini banyak diterapkan ke anak laki-laki karena anak laki-laki yang melamar perempuan. Mungkin maksudnya adalah karena sayap ayam itu tempat disuntikannya obat, terutama ayam sayur. Jadi tidak terlalu baik jika dikonsumsi anak-anak.

10. Jangan makan brutu ayam, nanti menyesal di belakang
Brutu ayam (anus ayam) rasanya memang enak, tanpa tulang, dan gurih. Biasanya dimakan oleh orang tua. Anak-anak tidak boleh makan karena ada mitos kalau makan brutu ayam nanti menyesal dibelakang. Iya juga si, sebenarnya menyesal itu ya dibelakang, bukan di depan. Mungkin maksudnya adalah anus ayam itu tempat keluarnya kotoran, jadi tidak baik dikonsumsi oleh anak-anak. Dan juga, rasanya yang gurih dan tanpa tulang menjadikan brutu ayam favorit bagi orang tua, jadi anak-anak tidak boleh makan itu. Bagian spesial untuk orang tua saja ya.

https://krjogja.com

11. Bersiul di malam hari itu memanggil hantu
Memang ketika kita masih anak-anak senang bersiul di malam hari. Namun mitosnya kalau kita bersiul di malam hari tandanya kita memanggil hantu. Karena anak-anak takut dengan hantu, jadi kita tidak bersiul lagi. Sungguh ampuh mitos ini sehingga anak-anak menjadi nurut. Mungkin maksud mitos ini adalah bersiul di malam hari itu berisik, jadi bisa mengganggu orang lain terutama yang mau atau sedang tidur.

12. Jangan keluyuran saat maghrib, nanti dibawa wewe gombel
Wewe gombel memang mitosnya adalah hantu yang suka membawa anak-anak. Maka ketika anak-anak main dan keluyuran di malam hari terutama maghrib, mitos ini sangat ampuh agar anak-anak tidak keluyuran saat maghrib. Mungkin maksudnya juga sama yah, yaitu agar anak-anak tidak bermain dan keluyuran saat maghrib karena memang pada waktu tersebut akan lebih baik digunakan untuk belajar atau mengaji.

13. Makanan yang jatuh sebelum 5 menit lebih baik diambil dan dimakan lagi
Kalau makanan kita jatuh, kita pasti mengambil makanan tersebut dan memakannya kembali. Ini karena biasanya ada mitos makanan yang jatuh belum 5 menit maka masih boleh dimakan. Memang sih, itu bagus biar makannya tidak mubazir, tapi jangan lupa dibersihkan terlebih dahulu. Dan juga perhatikan jenis makanannya kering atau basah, tempat jatuhnya ke mana, apakah masih layak di makan atau tidak. Tentu ini maksudnya baik agar kita tidak membuang-buang makanan.

14. Jangan makan sambil tiduran, nanti jadi ular
Saat kita kecil biasanya suka makan di kamar tidur dan sambil tiduran. Namun ada hal membuat kita tidak melakukannya lagi yaitu mitos kalau makan sambil tiduran nanti bisa jadi ular. Ular memang makannya kan sambil tiduran, jadi kalau kita seperti itu maka sama saja dengan ular. Mungkin maksudnya adalah makan sambil tiduran itu tidak baik, bisa tersedak, makanan bisa tercecer, dan sebagainya. Dalam agama pun kita dilarang untuk makan sambil tiduran. Begitu juga secara medis, makan sambil tiduran tidak baik untuk pencernaan.

15. Jangan makan pakai cobek, tidak “ilok”
Makan menggunakan cobek memang rasanya lebih enak, apalagi itu adalah sisa sambal favorit yang sayang kalau tidak dihabiskan hingga bersih. Namun, ternyata itu juga dilarang karena katanya tidak “ilok” (red: Bahasa Jawa) atau mungkin pamali dalam Bahasa Indonesia. Mungkin maksudnya adalah makan menggunakan cobek tidak sopan karena itu adalah alat untuk membuat dan mengulek bumbu.

https://www.nibble.id
16. Jangan potong kuku malam-malam, nanti kukunya jadi kunang-kunang
Dulu memang masih sangat banyak kunang-kunang, terutama malam hari karena kunang-kunang biasanya hanya muncul malam hari. Kunang-kunang adalah kecil seperti serangga terbang dan memiliki badan yang bisa bersinar (menyala). Mungkin maksudnya adalah kita jangan potong kuku malam-malam karena jari kita bisa terkena pisau atau terluka karena dulu memotong kuku biasanya menggunakan pisau. Dan dulu itu belum banyak listrik jadi kondisinya masih gelap karena hanya menggunakan damar saja.

17. Ada kicau burung “prenjak”, pertanda akan ada tamu
Burung prenjak (red: Bahasa Jawa) itu lah sering disebutnya. Mungkin diberi nama burung prenjak karena berkicaunya pun “prenjak prenjak prenjak.” Sayapun kurang paham itu jenis burung apa dalam Bahasa Indonesia. Kalau ada bunyi burung ini di dekat rumah maka pertanda akan nada tamu yang datang. Memang terkadang bisa terjadi beneran, atau juga tidak terjadi. Tapi memang bunyi kicauannya yang keras dan unik sehingga menarik perhatian kita.

18. Ada kupu-kupu masuk rumah, pertanda aka nada tamu
Sama halnya dengan burung prenjak, kalau ada kupu-kupu “dayoh” yang masuk rumah biasanya juga pertanda akan nada tamu yang datang. Dayoh adalah Bahasa Jawa yang artinya tamu dalam Bahasa Indonesia. Kupu-kupu jenis ini memang jenis kupu-kupu yang jarang ditemukan, oleh karenanya kehadiran kupu-kupu ini sangat diharapkan layaknya dayoh atau tamu yang jarang datang.

19. Makan jangan ditiup, nanti rezekinya kabur
“Kalau makan jangan ditiup, nanti rezekinya kabur!” itulah yang sering diucapkan saat kita makan makanan atau minuman yang masih panas lalu meniupnya. Mungkin maksudnya adalah tunggu makanannya dingin baru dimakan dan jangan terburu-buru. Secara agamapun kita tidak dianjurkan meniup makanan dan minuman yang masih panas, dan lebih baik menunggu sampai dingin. Secara medispun ini kurang baik karena saat kita meniup akan keluar uap air dan karbondioksida yang bisa mengandung kuman dan tidak baik untuk kesehatan.


20. Kalau nyapu buang sampahnya jangan ditunda, nanti matinya di tunda
Saat kita menyapu, biasanya disarankan agar jangan “mengentun” sampahnya, atau mengetem sampahnya (menunda membuang sampah). Jadi langsung buang  saja sampahnya ke tempat pembuangan. Karena mitosnya kalau kita mengentun/mengetem sampah, besok kalau meninggal dan akan dikuburkan mayatnya akan ditunda atau dietem atau dientun. Dan itu tidak baik. Mungkin maksudnya buang lah sampahnya langsung biar tidak kerja dua kali (mindo gaweni). Sehingga tidak akan tercecer lagi kena angin, dan lebih efisien.

http://news-islampedia.blogspot.com
     Itulah beberapa mitos yang sering kita jumpai di Jawa, terutama di Banyumas, Jawa Tengah. Samakah dengan mitos di daerah kalian? Masihkah banyak yang menggunakan mitos tersebut? Sebenarnya kalau kita pahamipun semua mitos-mitos tersebut memiliki maksud yang sangat baik. Hanya saja disampaikan dengan bahasa yang lebih bersifat mengancam. Namun, ungkapan mitos-mitos tersebut sangat ampuh untuk mendidik anak-anak. Anak-anak menjadi nurut, sopan, santun, dan tahu tata karma yang pada zaman sekarang sudah semakin pudar. Itu karena ketika kita menggunakan ungkapan-ungkapan mitos tersebut di atas, anak-anak zaman sekarang lebih banyak menggunakan logika dan membantahnya dengan jawaban yang masuk akal. Sehingga penanaman nilai-nilai baik lewat mitos mulai hilang, begitu juga dengan mulai hilangnya kesopanan, kesantunan, dan tata krama anak-anak zaman sekarang.

     Tentunya masih banyak mitos-mitos di Jawa, khususnya Banyumas, Jawa Tengah yang belum disebutkan. Dan di artikel berikutnya saya akan mengulas tentang lanjutan tentang mitos-mitos tersebut yang dapat di baca di 21 Mitos di Jawa, Khususnya Banyumas, Jawa Tengah, Bagian 2. Semoga bermanfaat…semoga sukses!


 Baca Juga:

Sunday, 7 April 2019

10 Program Kerja KKN (Kuliah Kerja Nyata) Unggulan

10 Program Kerja KKN (Kuliah Kerja Nyata) Unggulan

dedepurnomo393.blogspot.com
My Own Property
     Setelah sebelumnya saya mengulas tentang 17 Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan 10 Masalah Saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) Yang Sering Terjadi, kali ini saya akan mengulas tentang program kerja KKN yang biasanya menjadi unggulan. Penentuan program kerja dalam KKN biasanya didasarkan pada hasil observasi yang dilakukan pada awal KKN. Setelah mengetahui masalah-masalah, ketersedian sumber daya (alam maupun manusia), kondisi alam dan lingkungan, kebutuhan, dll, maka program kerja baru bisa ditentukan. Atau untuk menentukan program kerja juga bisa merujuk pada program kerja KKN sebelumnya. Namun bukan sebagai patokan utama, hanya sebagai referensi dan pertimbangan saja. Yang sekiranya masih perlu untuk dilanjutkan maka dilanjutkan, yang tidak maka tidak perlu untuk dilanjutkan.

     Penentuan program kerja juga harus sebaiknya disesuaikan dengan kesanggupan budget masing-masing anggota tim KKN. Jangan sampai hanya karena ingin terlihat “wah” maka program kerja dibuat sedemikian rupa sehingga memaksakan budget anggota tim KKN dan akhirnya menyusahkan tim KKN. Buatlah program kerja yang sederhana namun kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik orang tua, pemuda, maupun anak-anak.
      
     Dalam penyusunan program kerja juga sebaiknya mencakup seluruh aspek, seperti ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan, kepemudaan, sosial, budaya, dan lingkungan. Namun juga harus disesuaikan dengan kemampuan anggota tim KKN. Apa saja bidang ahli masing-masing anggota KKN, maka aplikasikanlah. Jika tidak mampu memenuhi semua aspek tersebut, maka lebih baik ada satu atau dua program yang diunggulkan dan benar-benar dapat dirasakan kebermanfaatannya.
            
     Di sini saya akan memberikan sedikit gambaran terkait program kerja yang sederhana namun kebermanfaatannya dapat dirasakan langsung dan tentunya dengan biaya operasional yang sedikit. Apa saja? Mari kita simak ulasan berikut ini:
1. Bimbel
      Bimbel atau bimbingan belajar masih menjadi proker (program kerja) yang ampuh dalam bidang pendidikan. Target dari proker ini adalah anak-anak yang masih sekolah mulai dari TK, SD, ataupun SMP. Biaya untuk operasionalmya pun sedikit, hanya siapkan tempat (bisa di posko), spidol, penghapus, dan papan saja. Itupun masih bisa disiasati dengan perlengkapan alternatif lainnya. Waktunya lebih fleksibel, misalkan sore hari setelah asar atau malam hari setelah maghrib. Anak-anak biasanya sangat antusias untuk belajar dengan mahasiswa KKN di posko. Pengajarnya pun bisa bergantian atau terjadwal dari masing-masing anggota, atau bisa bersama-sama.

2. Olahraga
     Proker yang satu ini lebih ditargetkan kepada remaja atau dewasa yang hobi olahraga. Untuk menjalankannya bisa bekerja sama dengan karang taruna atau kepemudaan lainnya di desa tersebut. Olahraga favorit para remaja biasanya bola voli, bulu tangkis, dan sepak bola. Oleh karena itu fasilitasilah mereka dengan mengadakan lomba olahraga antar dusun, RW atau RT. Atau juga mengadakan pelatihan olahraga lainnya jika memang dari tim KKN ada yang dari bidang olahraga. Ini sangat efektif untuk menjalin hubungan baik dengan para pemuda di desa tersebut. Mungkin proker ini akan sedikit menguras kas KKK karena harus menyediakan konsumsi, hadiah, sewa ini itu, dan sebagainya.

3. TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an)
     Proker ini juga biasanya masih tertuju pada anak-anak yang sedang belajar mengaji. Di desa biasanya hanya ada satu atau dua guru ngaji. Maka, akan lebih baik jika dari tim KKN ada yang membantu TPQ. Namun sebisa mungkin dari anggota yang paham tentang TPQ. Proker inipun tidak menguras biaya karena tim KKN tinggal datang saja ke masjid atau mushola tempat anak-anak mengaji.

4. Penyuluhan kesehatan
     Penyuluhan kesehatan ini bisa ditargetkan untuk anak muda maupun orang tua. Jika ada anggota KKN yang dari bidang kesehatan, tentu ini akan lebih mudah tanpa mendatangkan orang dari luar. Namun jika tidak ada, kita bisa meminta bantuan kepada teman kuliah dari bidang kesehatan dengan memberikan sedikit uang transport saja. Jika tidak, KKN juga bisa bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk melakukan penyuluhan. Penyuluhan bidang ini bisa berupa penyuluhan cara hidup sehat, penyuluhan rumah sehat, penyuluhan tentang jenis-jenis penyakit (gejala, pencegahan, dan pengobatannya), dll. Proker ini juga lumayan mengeluarkan sedikit biaya untuk konsumsi, akomodasi pengisi kegiatan, dll.

5. Branding produk dan digital marketing
     Dalam suatu daerah biasanya ada hasil panen alam yang menjadi unggulan, misalnya ubi, durian, nanas, kelapa, dll. Ada yang sudah diolah menjadi olahan yang bernilai ekonimis ada yang masih dijual secara mentah. Nah, di sini peran KKN untuk membuat produk yang lebih inovatif dan melakukan branding produk agar lebih menarik dan dapat bersaing di pasaran. Buatlah nama produk yang menarik dan juga kemasan yang menarik. Selain itu, karena biasanya hanya dijual secara offline, cobalah untuk melakukan promosi produk secara online. Bisa dibuatkan websitenya ataupun dipasang di media sosial dan marketplace. Ini juga membutuhkan orang yang ahli dalam bidang ini. Untuk biaya operasinalnya juga sepertinya tidak banyak.

6. Tari dan kesenian anak
     Salah satu kesenian yang satu ini mungkin banyak diminati oleh anak-anak terutama perempuan, yaitu tari. Maka jika ada anggota tim yang bisa tari, khususnya tradisional, maka proker ini bisa menjadi andalan untuk menarik minat anak-anak belajar menari. Proker inipun bagus untuk ditampilkan saat perpisahan KKN. Selain tari, KKN juga bisa mengajarkan kesenian lainnya yang menarik dan dikuasi anggota tim KKN. Untuk biaya operasionalnya juga tidak terlalu banyak dan persiapannya pun tidak terlalu rumit.

7. Penyuluhan kepemudaan
     Dengan banyaknya kasus-kasus kenakalan remaja yang terjadi, maka dengan penyuluhan kepemudaan ini akan sangat bermanfaat. Penyuluhan ini bisa berupa penyuluhan bahaya sex bebas, bahaya narkoba, HIV/AIDS, dll. Targetnya tentu adalah remaja dan dewasa. Untuk pengisi acara bisa kerja sama dengan puskesmas, BNN, atau dengan pihak terkait. Untuk biaya operasional mungkin tidak terlalu besar, hanya konsumsi, pembicara, dll.

8. Pelatihan TIK
     Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi terutama bidang informasi dan komunikasi, maka pelatihan TIK ini juga bisa sangat bermanfaat. Pelatihan ini bisa berupa bagaimana menggunakan komputer, internet, membuat website, transaksi online, pemasaran online, desain, dll. Mulailah dengan hal-hal yang mendasar terlebih dahulu dan mudah diaplikasikan. Proker ini mungkin  juga akan menarik bagi para remaja dan dewasa yang memang hampir setiap hari bersentuhan dengan dunia digital.

9. Posyandu dan lansia
     Proker ini mungkin sudah ada di setiap desa, yaitu posyandu dan lansia. Namun, alangkah baiknya jika KKN juga terlibat di dalamnya. Entah itu membantu bidan yang bertugas, mengisi pelatihan dan penyuluhan, membawakan konsumsi yang sehat seperti bubur, dsb. Targetnya tentu orang tua dan anak-anak kecil. Dengan proker ini maka KKN akan lebih bisa mengatur kasnya karena hanya ikut di kegiatan rutin desa.

10. Bakti sosial
     Yang terakhir adalah bakti sosial. Bakti sosial ini bisa berupa memberikan sembako kepada warga yang kurang mampu, janda, orang tua, anak yatim dan sebagainya. Atau bazar sembako dengan harga yang murah. Ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan  lembaga terkait sehingga akan lebih hemat dan efisien.
     
     Itulah 10 program kerja yang bisa menjadi unggulan dan tentunya tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Pastikan bahwa setiap proker sudah disesuaikan dengan kebutuhan desa tersebut. Dengan begitu, masyarakat akan merasa bahwa proker itu berguna dan mereka akan lebih antusias untuk berpartisipasi. Semoga bermanfaat…semoga sukses! 


Baca Juga:

10 Masalah Saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) Yang Sering Terjadi

10 Masalah Saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) Yang Sering Terjadi

Masalah KKN
My Own Property
     Setelah sebelumnya saya mengulas tentang 17 Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata), kali ini saya akan mengupas tentang beberapa masalah yang sering timbul saat KKN. Memang tidak dipungkiri, KKN adalah proses di mana seorang mahasiswa yang biasa hidup dengan tugas, kuliah, dan laptop, harus mulai beradaptasi dengan kehidupan nyata di masyarakat. Masalah yang timbul bisa antar anggota KKN itu sendiri atau dengan masyarakat. Kenapa antar anggota KKN bisa terjadi masalah? Tentunya karena anggota KKN biasanya bukanlah teman atau orang yang sudah dikenal, namun orang yang baru saja bertemu, berkenalan, dan langsung menjadi satu tim untuk hidup dalam satu atap.

     Apa saja masalah yang sering timbul saat KKN? Mari kita ulas satu per satu berikut ini:
1. Berbeda visi sesama anggota tim
     Visi atau pandangan ke depan atau tujuan inilah yang sering menjadi perdebatan. Ini disebabkan karena anggota tim KKN berasal dari jurusan yang berbeda-beda. Walaupun masih satu kampus, namun jelas ranah kerja masing-masing itu berbeda, ada yang dari kependidikan, ekonomi, sosial, hukum, budaya, teknik, olahraga, dan sebagainya. Padahal seharusnya dengan berbagai perbedaan ini menjadikan tim semakin solid karena saling melengkapi. Namun, secara praktiknya tidak semudah teori yang diucapkan. Solusinya adalah saling menghargai visi masing-masing, dimusyawarahkan, dan tentukan visi yang seimbang dan tepat. Turunkan ego masing-masing dan bersikaplah bijaksana karena semua bukan untuk kepentingan diri sendiri, namun untuk kebaikan tim itu sendiri agar solid.

2. Sulit memahami karakter satu sama lain
     Karakter tiap-tiap orang tentu berbeda. Apalagi karakter mahasiswa yang masih idealis dengan egonya yang masih tinggi. Karakter tersebut bisa positif ataupun negatif seperti pemalas, rajin, pendiam, aktif, pasif, cerewet, dan sebagainya. Terlebih, tim KKN biasanya terdiri dari sebagian perempuan dan laki-laki yang bisa saja karakternya berseberangan. Solusinya adalah harus bisa saling menghargai dan menghormati, dan saling mengingatkan dan saling menegur. Jangan hanya dipendam saja yang nantinya mengakibatkan terjadinya masalah batin sendiri. Begitu juga yang diingatkan, harus bisa instropeksi diri, evaluasi dan tentunya jangan malu untuk meminta maaf ketika salah.

3. Masalah pendanaan
     Sebagai seorang mahasiswa yang sedang KKN tentu memerlukan dana yang lebih dari biasanya untuk biaya hidup dan biaya operasional KKN yang tidak sedikit. Ini dikarenakan biaya KKN biasanya tidak ditanggung pihak kampus, namun biaya pribadi. Oleh karena itu dalam menentukan iuran harus disesuaikan dengan semua anggota tim KKN karena setiap anggota memiliki kemampuan ekonomi yang berbeda-beda. Ini tentu berpengaruh terhadap penentuan program kerja yang akan digagas. Jangan terlalu memberatkan tiap anggota tim agar nantinya tidak menimbulkan masalah lainnya.

4. Salah komunikasi dengan warga
     Masalah ini juga biasanya terjadi karena kurangnya komunikasi antara warga dan KKN. Maka sebisa mungkin antara warga dan KKN harus sama-sama memahami dan jik ada yang kurang jelas janganlah ragu untuk bertanya dan mengkonfirmasi. Jalinlah hubungan yang baik dengan semua elemen masyarakat mulai dari kepala desa, perangkat desa, RW, RT, warga, pemuda, hingga anak-anak. Karena biasanya integritas KKN ditentukan juga oleh kemampuan berkomunikasinya dengan warga.

5. Warga kurang antusias
     Ketika ada acara yang diadakan oleh KKN, biasanya warga kurang berminat. Warga biasanya memilih untuk tetap bekerja ataupun karena kesibukan lainnya. Faktor lainnya adalah seperti yang saya sebutkan di atas, yaitu kurangnnya komunikasi antara KKN dan warga sehingga warga kurang antusias mengikuti acara yang diadakan tersebut. Biasanya juga karena acaranya yang diadakan kurang menarik atau warga merasa tidak akan dapat apa-apa. Maka sebaiknya buatlah acara atau kegiatan yang jelas mnafaatnya dan disesuaikan dengan waktu senggang warga.

6. Berbeda kultur antara KKN dan warga
     Latar belakang yang berbeda, dan dengan kultur masing-masing yang berbeda bisa menyebabkan munculnya masalah baru. Bisa terkait tingkah laku, tutur kata, ataupun tata karma. Biasanya setiap daerah berbeda-beda dan antara warga dan KKN belum saling memahami. Misalnya, ada yang suka berbicara dengan nada tinggi itu biasa, namun di sebagian warga bisa dianggap kurang sopan atau membentak. Padahal itu adalah kebiasaan tertentu yang menurut mereka itu hal yang wajar.

7. Kondisi geografis dan cuaca yang sulit
     Daerah pegunungan, jalan yang rusak, cuaca yang terlalu dingin atau terlalu panas, dan sebagainya adalah beberapa kondisi yang memang bisa menjadi masalah. Kondisi ini memang sudah secara alami dan tidak bisa dirubah. Jadi para KKN lah yang harus terbiasa dan mulai beradaptasi.

8. Tidak cocok dengan lingkungan dan makanan
     Terkadang ada daerah dengan lingkungan yang serba kotor dan kumuh, mungkin karena kebiasaan warga yang kurang baik. Ini bisa menjadi masalah karena tidak semua KKN terbiasa dengan kondisi lingkungan seperti ini. Tidak hanya itu, terkadang juga ada KKN yang terbiasa makan enak dan higinis, maka dia akan sulit untukn hidup dan beradaptasi di lingkungan seperti ini. Oleh karenenya, mulai lah mengedukasi masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

9. Penyusunan laporan tidak maksimal
    Penyusunan laporan biasanya baru dilakukan ketika menjelang deadline. Inilah yang menyebabkan penyusunan laporan KKN tidak maksimal. Beberapa masalah bisa terjadi, misalnya tidak mencatat waktu pelaksanaan program kerja, dokumentasi yang kurang, syarat penyusunan laporan yang tidak lengkap, dan sebagainya. Sebaiknya, penyusunan laporan sudah dicicil dari awal, yaitu dengan menyiapkan draft nya saja. Sehingga ketika waktunya penyusunan, KKN hanya tinggal input data dan melengkapinya saja.

10. Meninggalkan kesan negatif di masyarakat
     Jangan sampai hal ini terjadi, yaitu meninggalkan kesan negatif di masyarakat. Ini bisa terjadi ketika ada permasalahan yang belum terselesaikan dengan baik antara KKN dan warga. Sebisa mungkin, sebelum penarikan KKN, evaluasi kinerja dan masalah selama pelaksanaan KKN. Sehingga jika ada masalah yang belum terselesaikan dapat diselesaikan segera sebelum KKN berakhir.

       
     Itulah beberapa masalah yang mungkin timbul saat pelaksanaan KKN. Sebaiknya, cobalah untuk memanfaatkan waktu observasi di awal KKN dengan maksimal yaitu untuk memahami daerah tersebut dan untuk mengakrabkan sesama anggota tim KKN. Dan baca juga 10 Program Kerja KKN (Kuliah Kerja Nyata) Unggulan. Semoga bermanfaat…semoga sukses!

Baca Juga:

17 Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata)

17 Tips Sukses KKN (Kuliah Kerja Nyata)

dedepurnomo393,blogspot.com
My Own property
Kegiatan yang satu ini memang kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa, yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kegiatan KKN ini biasanya dilaksanakan di semester akhir, atau biasanya semester 7 setelah melakukan PPL atau KKL. KKN ini sendiri adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat, khususnya daerah-daerah yang masih butuh pemberdayaan. Maka jangan heran ketika kita nanti ditempatkan ditempat/desa yang terpencil, akses jalan yang ekstrem, koneksi internet buruk, jauh dari perkotaan dan keramaian, dan serba tradisional. Namun, dibalik itu semua tentunya banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita dapatkan seperti astmosfir hidup di desa yang damai, rukun, ramah, penuh gotong royong, kebersamaan, sederhana, sejuk, tenang, dan sebagainya yang membuat kita lebih bersyukur. Tidak hanya itu, KKN juga menambah pengalaman baru bagi mereka yang sudah terbiasa hidup di kota untuk merasakan hidup di desa. Namun bagi mereka yang sudah terbiasa hidup di desa mungkin itu adalah hal yang biasa.
            Lalu hal-hal apa saja sih yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa KKN agar KKN kita bisa dibilang sukses dan membekas di hati masyarakat? Berikut saya akan memberikan beberapa tips agar KKN sukses dan tentunya membawa manfaat bagi masyarakat sekitar:
1. Pahami kultur sekitar
Kultur atau budaya setiap daerah biasanya berbeda. Apalagi kegiatan KKN biasanya terdiri dari anggota tim yang memiliki latar belakang yang berbeda, ditambah dengan tempat KKN yang berbeda juga. Di sini sangat penting untuk mengetahui kebiasan-kebiasan daerah sekitar, hal-hal yang perlu dihindari, dan hal-hal yang sebaiknya dilakukan. Pahami lah betul-betul saat observasi di awal-awal KKN. Perbanyak berkeliling ke sekitar tempat KKN dan ikuti alur kulturnya.

2. Dekat dengan warga
Inilah yang menjadi poin penting selanjutnya, yaitu dekat dan berbaur dengan warga sekitar. Warga sekitar biasanya sangat senang dan menyambut baik kegiatan KKN di desa mereka. Oleh karenanya, sebisa mungkin kita juga dekat dengan warga karena nantinya kita yang akan belajar dari mereka, bukan mereka yang belajar dari kita. Warga sekitar biasanya juga sangat tulus dan tanpa pamrih. Jadi jangalah terkesan ekslusif atau tertutup.

3. Menggandeng pemuda atau karang taruna
Di desa biasanya ada organisasi kepemudaan atau karang taruna. Merekalah yang menjadi pioner dalam menggerakan kegiatan kepemudaan di daerah mereka. Sebisa mungkin, dari awal kita sudah menggandeng mereka untuk bekerja sama dalam pembinaan kepemudaan ataupun kegiatan kepemudaan yang lainnya. Mereka juga akan sangat senang dan menyambut baik KKN di desa mereka.
dedepurnomo393.blogspot.com
My Own Property
4. Senang berkunjung ke rumah warga
Silaturahmi, inilah istilah yang sering kita pakai. Warga sekitar akan sangat senang jika KKN mau berkunjung ke rumah mereka. Entah itu hanya sekadar ngobrol ataupun mampir sejenak. Mereka akan menyuguhi KKN dengan hidangan khas daerah mereka dan biasanya akan memberikan kita oleh-oleh untuk di makan di posko. Selain itu, dengan senang berkunjung kita juga akan mendapatkan informasi terkait masalah desa, keinginan desa, rencana desa dll yang bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan arah program kerja KKN sesuai kebutuhan desa tersebut.

5. Ikuti berbagai kegiatan desa
Di sinilah keakftian kita sebagai KKN diperhitungkan. Apakah kita suka berpartisipasi atau tidak dalam kegiatan desa. Usahakan sebisa mungkin kita berpartisipasi dalam setiap kegiatan desa dalam semua bidang, yaitu pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan ekonomi, dan budaya. Misalnya gotong royong, kerja bakti, bersih-bersih, penyuluhan kesehatan, pelatihan ekonomi, bimbel, dll. Kalaupun kita tidak diberitahu/tidak diajak, usahakan kita menanyakan apakah KKN bisa ikut berpartisipasi. Tentunya ini menjadi nilai plus atas keakftifan KKN dalam kegiatan masyarakat.

6. Program kerja yang cocok
Yang tidak kalah penting dalam KKN adalah program kerja. Program kerja biasanya disesuaikan dengan keadaan, kebutuhan, dan ketersediaan SDA desa. Ini bisa kita ketahui melalui obervasi langsung dengan melihat kondisi desa, tanya ke kepala desa, atau warga sekiar. Usahakan program kerja benar-benar bisa menjawab harapan warga sekitar yang mencakup semua aspek seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan kesehatan. Namun juga perhatikan budget, SDM, dan kesanggupan KKN. Untuk mengetahui apa saja program kerja KKN yang baik, bisa baca di 10 Program Kerja KKN (Kuliah Kerja Nyata) Unggulan.

7. Ambil hati anak-anak sekitar
Anak-anak di desa tempat KKN sangat menantikan adanya KKN di desa tersebut. Mereka sangat senang karena dengan adanya KKN mereka bisa bermain dan belajar di posko. Mereka menantikan kegiatan bimbel yang biasanya diadakan oleh KKN. Kalau anak-anak di desa tersebut dekat dengan KKN, ini menjadi poin tersendiri bagi KKN. Jika anak-anak senang dan dekat dengan KKN, warga biasanya menilai positif KKN tersebut. Begitupun sebaliknya, kalau kurang dekat dengan anak-anak akan dianggap kurang baik.

Tips KKN
My Own Property


8. Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik
Perlu kita ingat bahwa KKN itu hidup di desa orang, sehingga KKN adalah pendatang sementara. Sebisa mungkin hormatilah segala hal yang ada di desa tersebut. Jangan sampai KKN menimbulkan masalah, baik masalah dengan warga, ataupun masalah sesama KKN itu sendiri. Untuk mengetahui masalah apa saja yang sering timbul di KKN, bisa baca di 10 Masalah Saat KKN (Kuliah Kerja Nyata).

9. Tim KKN yang solid
KKN adalah program yang dilakukan secara tim. Biasanya terdiri dari 10 orang, bisa kurang bisa lebih bergantung ploting kelompoknya. Tim biasanya berasal dari jurusan yang berbeda dan latar belakang daerah asal yang berbeda pula. Oleh karenya, akan banyak perbedaan dalam perjalanannya. Ada yang pemalas, rajin, cekatan, lambat, pemalu, dll. Itu semua haruslah diatasi dengan cara saling mengakrabkan satu sama lain, menyatukan visi, saling menghargai, dan saling membantu. Dengan tim yang solid ini, maka KKN akan berjalan dengan lebih lancar.

10. Suka jalan-jalan
Momen KKN memang bisa dibilang momen untuk refreshing juga setelah penat dengan tugas dan kegiatan di kampus. Momen untuk mencari suasana baru dan mendapatkan pengalaman baru. Maka, dalam waktu senggang usahakanlah untuk sesekali berlibur/jalan-jalan/refreshing ke tempat liburan/tempat wisata yang dekat dengan desa tersebut dan belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Biasanya banyak wisata alam yang masih alami seperti curug, bukit, sawah, sungai, dll. Selain untuk refreshing, ini juga sangat bermanfaat untuk mengakrabkan anggota KKN yang biasanya masih canggung.

KKN Curug Sewu
My Own Property
11. Saling berkunjung ke posko desa lain
Kegiatan ini juga sering dilakukan, yaitu saling berkunjung ke posko sesama KKN antar desa atau kecamatan. Ini juga sangat bagus agar KKN bisa sukses karena terkadang ada program kerja yang cakupannya kecamatan, sehingga semua harus berpartisipasi. Nah, dengan saling berkunjung ini, maka kita akan lebih banyak kenal dengan teman-teman dari kelompok KKN yang lainnya. Selain itu, kita juga bisa saling bertukar pikiran terkait masalah-masalah yang dialami terkait program kerja, dan sebagainya.

12. Perbanyak aksi, bukan bukan “omdo”
KKN adalah kegiatan yang lebih mengutamakan aksi nyata. Maka perbanyaklah aksi langsung, bukan omdo (omong doang) karena yang dinilai oleh warga adalah bagaimana kontribusinya langsung, bukan bagaimana “ngomong doang”. Jangan takut kotor, jangan malu, jangan ragu, dan lakukanlah.

13. Ramah, bertanggung jawab, dan santun
Sebagai orang yang terpelajar atau sebagai mahasiswa seharusnya tahu cara bertingkah laku. Walaupun secara praktiknya memang tidak mudah, tapi cobalah untuk belajar dari masyarakat. Bagaimana cara bersikap , bagaiman bertutur kata, bagaimana bertingkah laku, dan sebagainya. Kemudian, KKN juga harus bisa bertanggungjawab atas segala hal yang dilakukan dan juga tugasnya. Jangan sampai lalai terhadap tanggungjawabnya. Selain itu, bersikap santun juga penting karena dengan bersantun kita akan lebih mudah mengambil hati warga.

14. Jangan mengeluh
Janganlah pernah mengeluh! Walaupun jauh dari kota, dari pusat kota, jalan rusak dan susah, koneksi intenet limit, makanan seadanya, serba sederhana, lelah, dll usahakanlah selalu bersyukur dan semangat. Itu merupakan pengalaman yang akan selalu membekas nantinya. Dan tentunya, akan banyak pelajaran yang bisa diambil, asalkan dijalani dengan senang dan ikhlas.
 
KKN masterpiece
My Own Property
 15. Jangan menggurui, tapi kita yang belajar
Sejatinya, kegiatan KKN adalah kegiatan untuk saling belajar. Belajar untuk mengamalkan ilmu, bermasyarakat, gotong royong, toleransi, dan sebagainya. Jadi jangan menganggap kalau KKN itu menggurui warga sekitar, namun justru sebaliknya KKN lah yang banyak belajar dari warga di masyarakat. Karena sejatinya KKN itu hanya sementara, yang selamanya adalah hidup bermasyarakat. Jangan menganggap KKN tahu dan bisa segalanya, tapi cobalah untuk merunduk dan belajar.

16. Jangkau semua daerah KKN
Hal yang sering dikeluhkan warga adalah KKN tidak menjangkau semua daerah KKNya. Biasanya malahan ada yang tidak tahu kalau ternyata ada KKN. Oleh karena itu, dari awal KKN usahakan sudah observasi dan bersilaturahmi ke masing-masing dusun di desa tersebut dan mensosialisasikan kegiatan KKN di daerah tersebut. Sebisa  mungkin, buatlah program yang bisa menjangkau semua wilayah KKNya dan ada program kerja yang khusus di masing-masing dusun sehingga KKN akan merata.


17. Berikan kesan terbaik
Kesan terbaik, itulah yang menjadi harapan semua tim KKN dan warga. Kesan ini timbul dari awal datang ke desa tersebut hingga akhir perpisahan setelah sekitar 40 hari menjalani KKN. Kesan ini bisa berupa kedekatan kita dengan warga, bisa program kerja yang nyata manfaatnya, bisa berupa tingkah laku baik kita, tata krama dan sopan santun kita, dan sebagainya. Maka usahakanlah meninggalkan kesan yang baik sehingga membekas di hati masyarakat di desa tersebut. Kesan terbaik tersebut bisa terlihat saat ada warga yang sedih dan merasa kehilangan setelah pelepasan KKN. Itu menunjukan bahwa KKN benar-benar bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata di masyarakat.

            Itulah beberapa ulasan terkait tips agar sukses KKN. Jadi, sudah siapkah untuk KKN? Pastinya! Semoga bermanfaat…semoga sukses!


Baca Juga:

Saturday, 6 April 2019

10 Tips Sukses PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)

10 Tips Sukses PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)

PPL
My Own Property
     Bagi kalian yang mengambil jurusan keguruan pastinya akan mengalami yang namanya PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Program kampus yang satu ini bekerja sama antara kampus dan sekolah-sekolah yang sudah menjadi mitra untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswa calon guru mencicipi dunia pendidikan secara langsung. Karena calon guru, jadi PPL nya pastinya di sekolah, yaitu praktik mengajar. Kegiatan PPL ini biasanya dilaksanakan selama hampir tiga bulan penuh sesuai kebijakan masing-masing.

     Bukanlah sesuatu yang mudah untuk melakukan praktik mengajar ini karena beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Namun secara umum, kegiatan PPL ini menyenangkan dan sangat bermanfaat. Terjun langsung menjadi seorang guru yang harus menghadapi puluhan bahkan ratusan siswa dengan karakter yang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. Menjadi seorang guru yang harus beradaptasi dengan lingkugan sekolah dan guru yang ada di sekolah tersebut. Sungguh hal yang mendebarkan kalau dibayangkan. Namun tidak usah khawatir karena kalau sudah dijalani kalian akan merasa betah dan nyaman. Lalu bagaimana sih biar kegiatan PPL ini sesuai dengan apa yang diharapkan? Mari kita simak ulasan terkait tips sukses PPL berikut ini:
1. Pahami kultur sekolah, guru, dan siswanya
     Hal yang pertama tentuya adalah memahami kultur sekolahnya, guru, dan siswanya. Bagaimana atmosfirnya, kebiasaan-kebiasaannya, dan sebagainya karena terkadang kita melakukan kegiatan PPL di luar kota yang tentu kulturnya akan berbeda. Cobalah untuk cepat beradaptasi dan menjadi bagian dari sekolah tersebut.

2. Dekat dengan warga sekolah
     Warga sekolah di sini adalah para guru, siswa, staff akademik, tata usaha, kantin, petugas kebersihan, dll. Kenapa ini perlu? Karena kita di sekolah tersebut adalah belajar. Belajar untuk bersosialisasi, mengajar, membuat laporan-laporan, dll yang pasti banyak membutuhkan bantuan warga sekolah. Walapun tidak semudah yang kita bayangkan karena karakter masing-masing warga sekolah itu berbeda-beda, namun cobalah untuk untuk membaur dan saling berinteraksi.

3. Menjadi kakak bagi para siswa
     Sebagai guru PPL biasanya memiliki tempat tersendiri di mata para siswa. Guru PPL dianggap lebih menjadi seorang kakak ketimbang sebagai seorang guru. Oleh karena itu mereka akan sering beinteraksi dengan guru PPL baik untuk curhat, tugas, maupun meminta bantuan lainnya. Cobalah dekat dengan para siswa dan menjadi teladan bagi mereka.

4. Jadilah guru PPL yang serba bisa
     Sebagai guru PPL biasanya akan diberi tanggung jawab untuk menjadi wali kelas bayangan, mengampu ekstrakurikuler, dan sebagainya. Biasanya siswa akan lebih menyukai dan dekat dengan guru PPL yang serba bisa, baik secara hardskill ataupun softskillnya. Maka, siapkan dari sekarang bekal untuk menjadi guru PPL yang disukai oleh siswanya, yaitu menjadi guru PPL yang serba bisa. Kalian bisa menyiapkannya dengan mengikuti berbagai kegiatan ektrakurikuler di kampus seperti musik, silat, pramuka, marching band, dan sebagainya.

5. Dekat dengan guru
     Biasanya para guru akan membanding-bandingkan antara guru PPL sekarang dan guru PPL yang sebelum-sebelumnya. Entah itu dari sikapnya, kemampuannya, dan sebagainya. Sebisa mungkin cobalah untuk dekat dengan para guru karena para guru pun akan lebih senang jika para guru PPL dekat dengan mereka. Cobalah untuk berbaur dan saling bertukar pikiran. Dengan begitu, kita tidak hanya akan dekat dengan mereka, tapi juga mendapatkan pelajaran-pelajaran melalui pengalaman yang mereka miliki.

6. Ramah, bertanggung jawab, dan cekatan
     Sebagai guru PPL tentulah harus ramah kepada semua warga sekolah. Selale menjaga sopan santun dan tingkah lakunya. Selain itu, guru PPL juga harus bertangung jawab terhadap apa yang sudah menjadi tugasnya, baik tugas pribadi maupun yang diberikan oleh pihak sekolah. Kemudian jadilah guru PPL yang cekatan, yaitu jangan menunda-nunda, suka menolong jika ada yang pelu bantuan, dan suka menawarkan bantuan.

7. Menjadi teladan bagi siswa
     Guru sejatinya adalah orang yang menjadi panutan bagi siswanya. Oleh karenanya, sebagai guru PPL haruslah memiliki pribadi yang baik sehingga pantas untuk ditiru. Misalnya jangan terlambat berangkat ke sekolah, disiplin waktu dan ilmu, menjaga tutur kata, tingkah laku, dan semua hal yang mencerminkan kerpribadian yang baik.

8. Menjadi tim PPL yang solid
     PPL biasanya terdiri dari banyak mahasiswa. Biasanya lebih dari 10 guru PPL. Di sini bagaimana agar guru PPL ini menjadi tim yang solid adalah sebuah keharusan. Oleh karena itu, masing-masing guru PPL harus bisa saling pengertian dan saling menghargai satu sama lain, menyatukan visi dan misi, dan tentunya harus bisa saling membantu.

9. Hindari berbagai hal yang dapat menimbulkan masalah
     Sebisa mungkin, jauhilah hal-hal yang bisa menimbulkan masalah, baik dengan sesama guru PPL, dengan siswa, dengan guru, ataupun dengan semua warga sekolah lainnya. Jika terjadi banyak masalah, maka itu akan mencoreng almamater guru PPL dan guru PPL itu sendiri.

10. Berikan kesan terbaik
     Kesan pertama dan terakhir lah yang biasanya menjadi hal penentu baik buruknya suatu hal, khususnya sebagai guru PPL. Oleh karenya berusaha lah sebaik mungkin sejak pertama masuk menjadi guru PPL hingga akhir yaitu penarikan guru PPL. Kesan terbaik ini tidak harus dengan sesuatu yang “wah”, namun dengan seuatu yang sederhana namun membekas di warga sekolah.


     Itulah beberapa tips untuk dapat menjadi guru PPL yang baik. Tentunya masih banyak hal lain yang bisa menjadi referensi untuk dapat dilakukan sehingga kegiatan PPL akan menjadi hal yang menyenangkan dan meningggalkan kesan yang terbaik bagi sekolah. Semoga bermanfaat…semoga sukses!

Baca juga:

Post Unggulan

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi dan Sejarah

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi dan Sejarah My Own Property Yogyakarta memang terkenal dengan beragam wisatanya...

Popular Posts