Wednesday, 27 September 2017

6 Tips dan Kiat Kelar Skripsi

6 Tips dan Kiat Kelar Skripsi
Hasil gambar untuk skripsi
www.adisumaryadi.com


Skripsi, ya..pasti bukan hal asing lagi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semesta akhir. Skripsi mungkin menjadi hal yang terdengar menakutkan, benar gak? gak juga sih..
Banyak mahasiswa yang belum kelar skripsinya walaupun sudah semester akhir. Bisa jadi karena malas, dosennya, sibuk kerja, atau hal yang lain. Namun yang pasti, skripsi adalah hal utama yang perlu diselesaikan apapun alasannya. Nah di sini, saya akan berbagi sedikit tips biar skripsi cepet kelar, gak ada lagi alasan malas, karena dosen, sibuk kerja, ataupun yang lainnya. Yuk cek...
1. Jangan bosen ngampus
Yang pertama adalah jangan bosen-bosen ke kampus. Ya, walaupun di kampus sudah tidak ada kuliah lagi, minimal di kampus bisa merasakan aura-aura akademis gitu. Jadi, mau gak mau kita pasti akan terbawa suasananya yang kemudian akan membangkitkan semangat kita untuk ngerjain skripsi. Walaupun sudah gak ada kuliah, rajin ngampus menjadi hal jitu untuk mengatasi kejenuhan dalam ngerjain skripsi karena di kampus kita bisa bertemu dengan teman-teman yang lain. Ketemu dosen juga jadi lebih mudah karena pastinya dosen punya jadwal ngajar di kampus. Jadi ga susah kalau mau ketemu dosen guys.
2. Jangan nunggu tulisan sempurna
Bener banget nih sobat, dalam ngerjain skripsi jangan nunggu tulisan kita sempurna dulu. Tapi yang terpenting adalah apa referensi yang kita punya, ya tuangkan saja. Apa ide yang kita punya ya ketik dulu aja, apa yang terlintas tentang skripsi kita ya tulis dulu aja. Masalah benar atau salahnya itu mah nanti. Setelah semua ide, referensi, dan apapun tulisan kita sudah jadi, barulah kita review lagi dan perbaiki tulisan yang tadi masih acak-acakan. Perbaiki mulai dari tata tulisan, format tulisan, typo, grammar, dan yang lainnya dengan teliti. Reviewlah berulang agar tulisan benar-benar baik. Kenapa? karena kalau nunggu tulisan kita sempurna kita tidak akan pernah berani ngajuin revisi ke pembimbing. Apa yang ada, ya kita ajukan bimbingan.
3. Jangan tergoda waktu luang
Benar-benar hal yang sering membuat kita lalai kalau waktu luang yang kita miliki ini selalu berjalan dan tidak akan terulang. Maka, jangan sampai kita terlena dengan banyaknya waktu luang yang kita miliki, maklum semester tua udah gak ada kuliah. Jadi, seberapapun waktu yang kita miliki pastikan bermanfaat dan nyicil garap skripsi, jangan males-malesan apalagi buat main-main gak jelas. Jangan melewatkan waktu yang berharga untuk menunda karena kita akan merasa waktu itu sangat berharga jika kita sudah melewatinya. Akan ada waktu di mana kita akan menyesali waktu-waktu yang sudah kita lewati dengan percuma. 
4. Sering-sering ketemu temen yang sibuk skripsi
Ada pepatah kalau kita berteman dengan tukang besi kita juga akan tercium besinya, tapi kalau kita berteman dengan penjual parfum minimal kita juga akan tercium wanginya. Itulah manfaatnya kalau kita sering ngampus, sering bertemu dengan teman-teman yang sedang ngerjain skripsi, sering kumpul sama temen yang semangat ngerjain skripsi, sering sharing dan bertanya maka kita juga akan terkena dampak positifnya yaitu semangat untuk ngerjain skripsi. Kita akan terpecikan oleh semangat orang-orang disekitar kita untuk ngerjain skripsi, akan terpacu, dan akan termotivasi. Berbeda kalau hanya tiduran di kos, gak dapet inspirasi dan yang ada hanya rasa malas. Karena paling enak yang sharing sama temen. Kalau temen udah lulus semua, tinggal sendirian, mau sharing sama siapa? mau tanya sama siapa?
5. Cari kegiatan yang bermanfaat dan yang ada hubungannya dengan kampus
Kegiatan sebagai selingan untuk penghilang penat ketika ngerjain skripsi cukup penting juga karena bisa menghilangkan sejenak penat dan ketegangan otak kita. Me-refresh sejenak pikiran kita dengan bercengkrama dengan berbagai aktifitas yang dapat memulihkan mood dan semangat kita.
6. Jangan nunggu mood dateng, tapi bangkitkan mood ngerjain skripsi
Mood ngerjain skripsi memang kadang ada, kadang gak ada. Kadang dateng, tapi cepet pergi lagi. Akhirnya kita cuma baru nulis satu dua paragraf sudah bosen, akhirnya berhentii ngerjain. Ini yang perlu digaris bawahi kalau mood ngerjain itu perlu diciptakan. Buka aja laptopnya, ketik-ketik dulu aja yang terlintas, baru deh lama-lama akan menikmati. Jauhkan dulu gadgetnya, cemilannya, kasurnya, bantalnya, selimutnya. Kalau udah menikmati pasti ide akan mengalir sendiri guys.

Mungkin itu sedikit yang bisa saya bagikan ke temen-temen semua. Pastinya kiat, tips, dan cara tiap orang berbeda-beda guys tapi minimal bisa berbagi dan semoga bermanfaat.. .

Friday, 18 August 2017

Beberapa Karakter Pembeli Dan Cara Menghadapinya

Beberapa Karakter Pembeli Dan Cara Menghadapinya

       
www.linkedin.com
   
Terkadang dalam transaksi jual beli ada beberapa karakter pemebeli yang membuat mood penjual berubah-ubah sehingga transaksi tidak berjalan dengan lancar. Pengaruh pembeli sangat kuat sehingga penjual harus tetap bisa menjaga moodnya tetap baik agar transaksi berjalan lancar. Berikut beberapa karakter pembeli dan cara menghadapinya.
1. Pembeli yang ramah
     Sebagai seorang pembeli, memang seharusnya menunjukan sikap ramah saat akan bertransaksi. Itu menunjukan bahwa antara pembeli dan penjual sama-sama saling membutuhan. Bukan sekadar pembeli harus memenuhi segala keinginannya tanpa memperdulikan penjualnya. Pembeli dengan karakter ramah biasanya datang dengan tersenyum, dan jika di sapa dia akan tambah tersenyum dan membalas salam dari penjual. Cara menghadapi pembeli karakter seperti ini adalah penjual juga harus bersikap ramah dan bisa mengatur cara berkomunikasinya agar pembeli merasa dihargai dan akan menjadi pelanggan setia. Walaupun suasana penjual sedang marah, dongkol, dan sebagainya, tetapi tetap harus menunjukan sikap yang ramah pula.

2. Pembeli yang cuek
     Pembeli dengan karakter seperti ini memang sering kita temukan. Ketika kita senyum, dia seolah-olah tidak peduli. Ketika disapa, dia tidak akan menyapa balik. Ketika ditanya mau beli apa, dia tidak menjawab. Dia seolah-olah adalah yang sangat dibutuhkan, dan penjual tidak dianggap sama sekali. Menghadapi tipe pembeli seperti ini sepertinya sedikit sulit karena tidak ada interaksi, hanya ada interaksi dingin. Cara menghadapinya adalah dengan tetap menjaga mood kita tetap baik. Jangan sampai terpengaruh menjadi cuek. Tetap menanyakan keperluannya, menjelaskan produk kita dan jangan sampai kita menjadi muram.

3. Pembeli yang sok tahu
     Terkadang, ada saja pembeli yang sok tahu, tapi sebenarnya tidak tahu. Karakternya hampir sama seperti si cuek itu. Ketika ditanya tidak menjawab, ketika disapa tidak membalas sapa, ketika diberi senyuman tidak membalas senyum. Dan yang paling menonjol adalah dia datang untuk membeli tapi hanya lihat-lihat produk, intip-intip, pegang-pegang, dan ketika sudah lama dan bingung, dia baru bertanya. Bikin gedeg juga si, tapi itulah karakternya. Sok tahu, tapi ternyata tidak tahu. Cara menghadapinya adalah biarkan saja dia seperti itu, tunggu sampai dia benar-benar bertanya dan melakukan transaksi. Karena kalau kita terus menawarkan produk, dia hanya diam dan lihat-lihat dan bikin eneg. Tetapi, kita harus tetap menjada mood dan tetap ramah agar tidak ikutan jadi sok tahu.

4. Pembeli yang merasa paling berkuasa
     Pembeli dengan karakter seperti ini biasanya cuek. Dia datang, langsung to the point banget ngomongnya. Tidak senyum, tidak menyapa. Kalau disapabut tidak menyapa balik, ketika ditanya tidak menjawab. Dia biasanya tidak suka berinteraksi, lebih menunjukan kekuasaannya sebagai pembeli yaitu datang, membeli, ya sudah langsung pergi. Cara menghadapinya adalah dengan sama-sama menunjukan sikap tegas dan tetap menjaga suasana transaksi. Sikap tegas disini berarti tidak terlalu banyak berinteraksi, dan memberikan apa yang dia butuhkan tanpa member banyak tawaran lain karena itu biasanya tidak ditanggapi.

5. Pembeli yang santai
     Pembeli dengan karakter seperti ini biasanya lebih ramah dan menghargai penjualnya. Dia lebih suka bertanya tentang produk, banyak berinteraksi dan kadang berinteraksi diluar produk dan transaksi jual beli. Pembeli dengan karakter ini lebih enak dalam membangun suasana transaksi yang santai tapi mengena. Karena kita punya kesempatan untuk lebih menawarkan dan memperkenalkan produk. Cara menghadapinya adalah dengan tetap menjaga mood dan ikuti ritme transaksi dan interaksi sesuai pembeli. Dengan begitu, dia akan lebih mudah menerima tawaran-tawaran tentang produk kita.

6. Pembeli yang terburu-buru
     Terkadang ada saja pembeli yang terburu-buru dan ingin cepat-cepat. Biasanya dia akan cepat dalam menentukan pilihan produk yang ingin dibeli. Dia lebih mudah menerima apa yang dia inginkan tanpa banyak pertimbangan. Cara menghadapinya adalah dengan tetap menjadi kita sebagai penjual tetap santai dan ramah, jangan terbawa suasana menjadi gugup dan ingin cepat menyelesaikan transaksi. Tawarkan produk yang dia inginkan dan yang paling baik, karena dia biasanya akan segera menentukan tanpa melihat harganya. Jadi kesempatan baik bagi penjual untuk menawarkan produk terbaiknya sesuai kebutuhan pembeli.

7. Pembeli yang ngenyel, tidak mau tahu, dan merasa benar sendiri
     Pembeli dengan karakter seperti ini memang agak sedikit sulit dihadapi. Dia merasa paling tahu produknya sehingga ketika dijelaskan tidak akan menerima dan selalu merasa apa yang dia tahu adalah yang benar. Dia selalu ngeyel dan apa yang dia inginkan harus ada. Susah memang dan harus bersabar. Cara mengahadapinya adalah biarkan dia berbicara dulu sampai selesai, dan biarkan dia menyampaikan keinginannya. Baru setelah itu, tawarkan produk yang ada dengan menunjukan barangnya dengan memberikan penjelasan sedetail mungkin. Jika dia tidak percaya dan masih ngenyel, biarkan dia ngeyel terlebih dahulu. Kemudian jelaskan lagi dengan ramah. Jika masih ngeyel maka biarkan saja dia, karena jika tetap dilayani, maka akan mengubah mood kita menjadi ikutan ngeyelan.

        Itulah beberapa karakter pembeli dan cara mengahadapinya berdasarkan pengalaman pribadi. Jika ada yang benar maka dapat diaplikasikan, jika banyak ketidaksesuaian, maka carilah yang sesuai. Intinya, dalam mengahadapi pembeli, sebagai penjual harus tetap menjaga moodnya agar tetap  jernih. Jangan mudah terbawa suasana pembeli karena dapat mengacaukan transaksi. Walaupun sejatinya pembeli adalah raja dan penjual menyediakan kebutuhan pembeli, namun sebagai penjual juga harus bisa menunjukan kekuasaannya. Karena pembeli dan penjual sama-sama saling membutuhkan.

My Adventure of Reaching Andong Mountain Peak

Reaching Andong Mountain Peak
Seeking for a pleasure of heart, a calm of mind, and a peaceful of soul are the things that I am looking for. These I can get by seeing the Majesty of Allah by reaching the peak of mountains. One of them is Andong Mountain. It is located in Magelang, Central Java. The peak reaches 3.136 meters above sea level. Although it is not high enough, but the view I get is more than what I expected.
It was started few days ago on Friday, July 21th 2017. Three of my friends and I hiked Andong Mountain. We started our journey at 7.30 p.m. after performing Isya Prayer. We prepared all of the things we needed such as mattress, tent, some snacks, beverages, and jacket. We also did not forget about the important things for hiking such as raincoat to anticipate raining, kerchief, masker, clothes, personal medicine, and prayer stuffs. Everything must be well prepared. After all was prepared, we prayed together by hoping that Allah would always protects us. Then, we had dinner first because it was important to keep our fit-body. Done! Finally we were ready to start our journey.     
The journey was started! We passed Salatiga city as the nearest way to go Magelang. But, on the way the drizzling was coming. It was getting raining. We decided to take shelter in the empty house. We took a rest for a moment while waiting for the raining was stopped. A few minus later the raining was stopped. So, we continued our trip again. Just a moment, it was raining again. We decided to take shelter again for the second time. Rather delaying the trip, we finally wore our rain coat. But, one of my friends did not bring it. Finally, we had to wait our friend to but a raincoat first. All were ready. We all wore raincoat and continued our trip.
The dark night with a drizzling accompanied our trip. The silence and fully hope convinced us to get it through with fully spirit in our soul. No matter the dark, chilled, and rain could not stop us to continue the trip. Finally, after two hours trip, at 10.30 p.m. we arrived in the hiking base camp. We parked our motorcycle and took a rest by eating our snack we brought. Firstly, our plan was directly hiked after arriving, but we changed our plan because we all were wet and tired. We decided to take a rest and sleep to recover our body. At 1 p.m. we woke up and prepared for hiking. 
With a new spirit, we started hiking. But, one thing we missed. We did not bring any flashlight. The important thing we missed. Finally, we used the phone flashlight, power bank and portable LED lamp. It was bad because we only could reach short distance of this flashlight. It was not recommended flashlight if we wanted to hike. We must use the appropriate flashlight that could reach a long distance. But, it did not decrease our spirit. Keep hiking! 

In the middle of hiking, we also met some hikers. In the first post, we met some hikers who took a rest. Then, we continued hiking. The track was rather difficult and slippery. Suddenly, unexpected thing happened. One of my friends vomited. We took a rest for while and got some medicine. But, unfortunately the medicine we needed were not brought. So, we just waited took a rest got some herbal candies. Then, we continued the hiking. 
The sky was getting bright. The stars were twinkling beautifully. We took a rest for a moment while enjoying the beautiful night. The city also could be seen beautifully from the mountain. The city was glowing from the electricity. But, it was great. Unconsciously, we were getting closer to the peak. It uplifted our spirit to reach the peak quickly. We stood up and faced the tracked enthusiastically.
Finally, after more than two hours we hiked, we reached the peak. Something we expected was become true. We sighted seeing the peak. There were many tents. There was also a food stall. Afterward, we looked for a spot for pitching a tent. Finally, we found a spot. We pitched the tent and got some snacks while telling about the things during the hiking. Unconsciously, the calls for prayer, Adzan Subuh were heard. Then, we were performing Subuh Prayer together. After that, we were waiting for sunrise. There were also many people there waiting too. We captured some pictures and enjoyed the view with a fresh air. 

Around the mountain was covered by fog. Slowly, little by little the shadow of other mountain appeared beautifully. And, the thing we were waiting for was coming, the sunrise. The ray of the sun was piercing the fog and the dark. The king of the nature was coming and shining that warming our body. We perpetuated this moment by capturing the pictures and recorded videos. We all felt wonderful and amazed. But, after minutes the sun was covered by the cloud. It looked cloudy. The fog started covering the mountain again. Finally we were waiting for the sun to shine. While waiting, we ate some snacks and relaxed for a while. After some minutes we had been waiting, but the cloud and the fog still were still covering. Perhaps, it was not a good day. But, it did not matter. We were still happy and excited. All the things of our struggle were fully paid by this beautiful scene.

After that we decided to go down the mountain. With a pride, we stepped our feet go down. And once more, we were amazed by Allah from His creations. We are nothing and we have nothing. All is given by Allah.   

Sunday, 11 June 2017

MEMAKNAI RAMADHAN

MEMAKNAI RAMADHAN SEBAGAI AJANG MEMPERBAIKI DIRI

Semarang (23/5) Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia dimana setiap kebaikan akan dilipatgandakan. Memaknai bulan ramadhan sebagai bulan yang penuh ampunan dan penuh dengan keberkahan. Bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga dari hawa nafsu dan dosa.
            Memaknai ramadhan, bagi setiap orang memang berbeda. Seperti yang disampaikan oleh Ramlan selaku mahasiswa Unnes memaknai ramadhan sebagai ajang memperbaiki diri. “Maksimalkanlah ramadhan dengan baik dan dengan kegiatan yang positif dan sebagai pengingat karena tidak selamanya bisa menikmati ramadhan.” Tuturnya (23/05). Makna ramadhan juga disampaikan oleh Mas Elfin selaku takmir Masjid Baitusholihin. Ia menyampaikan, sebagai mahasiswa jangan curang ketika ujian karena dapat mengurangi keberkahan ramadhan. Kemudian bagi bapak ibu masyrakat agar mengajak putra putrinya untuk memakmurkan masjid.
            Makna ramadhan menurut Pak Syamsul juga memiliki makna tersendiri. Pak Syamsul selaku takmir mahaiswa Unnes memaknai ramadhan sebagai ajang konsistensi ibadah. “Ramadhan menjadi momen untuk menengok masa lalu, mana yang kurang baik semoga menjadi baik, dan yang sudah baik semoga baik lagi. Sebelum ramadhan kita juga dituntut untuk membersihkan jiwa agar termasuk orang yang beruntung sebagai bekal di akhirat kelak.” pesan Pak Syamsul. Berbagi, bersabar, dan menahan nafsu juga hal penting yang harus kita terapkan dalam ramadhan. “Ramadhan itu sendiri bermakna ‘panas’ ,‘membakar’, dari Bahasa Arab, membakar nafsu dan emosi sehingga kita tidak menjadi liar.” tutur Pak Syamsul. Puncak ramadhan itu adalah agar menjadi orang yang bertakwa, dengan menjalankan segala perintahnya, dan beriman kepada Allah agar mendapat petunjuk. “Jadilah manusia yang aktif dan banyak berdoa dan beribadah agar kita disayang oleh Allah.” Tutup Pak Syamsul (23/05).


Wednesday, 24 May 2017

Becoming a Young Intelligent and Faithful Generation - Menjadi Generasi Muda yang Cerdas dan Beriman

Becoming a Young Intelligent and Faithful Generation
Young generations is must not only have a good intelligent, but also a good in faith in order to become a golden generation in 2045  

 Semarang, (13/5) Many students were attending youth talkshow enthusiastically. This event was held by Islamic Organization of Languages and Arts Faculty (FBS), Linguabase Unnes. This event was one of the sequences events of Festival Bulan Syiar to welcome Ramadhan 1438 H. 
This event is the annual event of Linguabase agenda as one of the way to facilitate students to uplift the better personality. The theme of this event was “Becoming an Intelligent and Well-Morality Generation for Facing Golden Generation in 2045”. “The reason for choosing this theme is because there are many of Indonesian people who are well intelligence, but bad in faith”, said Andi as the chief of the event (13/05). “For example, there are many statesmen who do corruption. They are well intelligence, but bad in faith. That is why moral education for young generation is very important” Added Andi (13/05).
There were three speakers who contributed in this event. The first was Mr. Makhmud Kuncahyo who concerned on the young generation in order to have a creation and well achievements. He as a model that young generation could achieve something better without overriding the faith because faith is the most important thing in life. The second speaker was Mr. Rohani who concerned in the young spirit in order to keep the young generation in the Islamic syariah. He noticed to young generation to keep learning syariah as the basic for overstepping this life. The third speaker was Mr. Joko who concerned in how to be a good personality as well as the Islamic syariah. He said that a good personality is the reflection of out behavior and our faith.
This youth talkshow has been held for three times since 2015. In this year, the event was held in LP3 building, Unnes on Saturday, May 13th 2017 at 8 a.m. until 11.45 a.m. The participants of this event were not only the students of FBS, but also others students from other faculties in Unnes. This event was started by the opening by the third vice of FBS dean by striking a gong, followed by speeches, then the main agenda was talkshow, discussion, giving door prize, and the last was closing.
The participants who were attending this talkshow were more than 100 students. They got some special facilities like free entry, snack, e-certificate, new knowledge, and to be certain was new friends. Andi as the chief of this event hopes that by holding this event, it will bring over the students’ awareness that we should not only well intelligence, but also well in faith and good character. Because if we are just well intelligence, it will bring us to the negative matter like corruption, etc. “For young generation, keep learning religion knowledge because the more we learn, the more we are thirsty about knowledge”, Noticed Andi to Indonesian young generation (13/05)

Post Unggulan

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi dan Sejarah

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi dan Sejarah My Own Property Yogyakarta memang terkenal dengan beragam wisatanya...

Popular Posts