Wednesday, 18 October 2017

Jajanan Sekitar UNNES 2017, Wajib Dicoba!

Jajanan Sekitar UNNES 2017, Wajib Dicoba!

Jika sobat pergi ke suatu tempat, tentunya kuliner tidak lepas menjadi destinasi utama yang ditunggu-tunggu. Benar kan? Seperti yang ada di Semarang nih, lebih tepatnya di UNNES atau Universitas Negeri Semarang. Tidak hanya dikenal dengan beragam kulinernya, namun juga harganya yang masih terjangkau (maklum, kantong mahasiswa). Bukan hanya orang asli sini saja yang berjualan, tapi juga banyak mahasiswa yang mencoba untuk mandiri dengan menjajal berjualan menjadi wirausaha muda. Berikut beberapa jajanan sekitar UNNES yang patut untuk dicoba.
1. Sempolan
Sempolan merupakan jajanan khas Jawa Timur yang terbuat dari tepung tapioka (aci). Jajanan bertekstur kenyal ini berbentuk lonjong dan ditusuk dengan bambu seperti sate. Sempolan kemudian digoreng dan siap dinikmati dengan balutan saus atau sambal sehingga menambah cita rasanya. Sempolan ini ada yang mempunyai rasa ikan atau ayam bergantung selera. Di UNNES, sobat bisa dengan mudah menemukan sempolan seperti di dekat lapangan Banaran yang biasanya disebut sebagai alun-alunnya Banaran karena saking ramenya. Harganya sangatlah terjangkau, yaitu mulai dari Rp 2.000,- @3 tusuk sempolan.

Baca Juga:

2. Olos
Olos adalah jajanan khas Tegal yang berbentuk bulat dan terbuat dari tepung aci dan terigu. Olos diisi dengan sayuran kol yang sudah dicincang kecil dan dicampur dengan cabai rawit. Jadi kalau sobat makan olos siap-siap merasakan sensasi pedas yang bikin ketagihan. Namun, jika sobat tidak terlalu suka pedas, biasanya ada olos yang tidak berisi cabai jadi aman. Olos bisa dinikmati secara original, atau juga bisa pakai bumbu tambahan seperti BBQ, jagung bakar, atau keju. Di UNNES, sobat juga bisa dengan mudah menemukan olos, seperti di dekat lapangan Banaran, simpang tujuh, dan sekitarnya. Untuk harganya tidak usah khawatir, harga mahasiswa pokonya yaitu mulai dari Rp 2.000,- @3 butir olos.

3. Capcin (Cappucino Cincau)

Capcin memang menjadi minuman yang populer akhir-akhir ini. Perpaduan kesegaran cappucino dengan irisan cincau sangat memanjakan para penikmat kuliner. Rasa yang unik dan harga yang terjangkau membuat minuman ini banyak digemari oleh mahasiswa. Capcin ini mempunyai beberapa toping yang semakin menambah kenikmatannya, seperti toping chocochips, keju, dan meses. Bukan hanya cappucino, beberapa rasa baru juga mulai diciptakan oleh beberapa penjual, seperti mocca, vanilla, dan original. Minuman ini sangat cocok saat terik matahari disiang hari dan juga saat malm hari. Untuk menemukan capcin di UNNES sangatlah mudah karena banyak yang berjualan dengan berbagai variasi seperti di sepanjang jalan taman siswa, jalan sekaran, dan lapangan banaran. Harganya sangatlah terjangkau, yaitu mulai dari Rp 6.000,- @1 cup capcin.

4. Tahu bulat
Tahu bulat juga menjadi jajanan yang populer akhir-akhir ini. Dengan ciri khas tahu berbentuk bulat dengan bagian dalam kopong (tidak berisi), digoreng langsung di mobil bak terbuka, dan biasanya berkeliling. Jajanan ini terkenal khasnya bersasal dari Jawa Barat. Untuk menambah rasa nikmat tahu ini, biasanya diberi bumbu tambahan seperti pedas, manis, atau original dan disantap ketika masih hangat karena baru matang digoreng. Untuk menemukan tahu bulat di UNNES, biasanya berada di simpang tujuh dengan mobil bak terbuka sebagai pangkalannya. Harganyapun sangatlah terjangkau, yaitu mulai dari Rp 500,- @ 1 butir tahu bulat.


5. Seblak

Seblak merupakan jajanan yang terkenal dari Jawa Barat dengan cita rasa gurih dan pedas. Seblak merupakan olahan kerupuk basah yang dimasak dengan sayuran, telur, dan bumbu lainnya. Dengan tekstur yang kenyal dan rasanya yang gurih, seblak menjadi jajanan yang digemari di sekitar UNNES. Seblak ini dapat disajikan dengan kuah atau seblak basah dan seblak kering yang yang tanpa kuah. Tapi untuk soal rasa tentu tidak diragukan lagi kelezatannya. Tidak hanya itu, sekarang seblak juga mempunya beragam rasa dan campuran bahan lainnya yang tidak akan membuat bosen penikmatnya. Di UNNES, seblak juga semakin populer dan bisa dengan mudah ditemukan mulai dari jalan sekaran dan jalan taman siswa. Harganyanya terjangkau, yaitu mulai dari Rp 9.000,- @1 porsi seblak.

Itu dia sobat, beberapa jajanan sekitar UNNES yang banyak digemari, dan tentunya masih banyak lagi jajanan lainnya yang belum disebutkan. Jangan lupa mencoba jajanannya ya sobat...

Baca juga: 



Friday, 13 October 2017

Grammar Translation Method

Grammar Translation Method
www.tes.com

Introduction:
Grammar-Translation Method is not a new method. It has been used by language teachers for many years. It was also called Classical Method because it was first used in the teaching of the classical language, Latin and Greek. This method is used for helping students to read and appreciate the target language literature.


Principles:
Here there are ten principles of Grammar Translation Method.
  1. The goals of teachers who use Grammar Translation Method
The goal of learning a foreign language using Grammar Translation Method is to be able read literature written in the target language. So, it is necessary to students to learn about the grammar rules and vocabulary of the target language.
  1. The role of the teacher and the students
The teacher has a role as the authority in the classroom, whereas the students do as she says so they can learn what she knows.
  1. The characteristics of the teaching and learning process
Students are asked to translate the language into another. Students learn about grammar deductively. So, they are given the grammar rules and the examples. They have to memorize and apply the grammar rules into other examples. They also learn about conjunctions. They also memorize the native language equivalents for target language vocabulary words.
  1. The nature of student-teacher interaction and the nature of student-student interaction.
The interaction is dominated by the teacher to students. There is little student-student interaction.
  1. The feelings of the students dealt with
There are no principles of the method which relate to this area.
  1. The language viewed and the culture viewed
Literary is considered superior to spoken language and is therefore the language that students study. Culture is viewed as consisting of literature and the fine arts.
  1. The emphasized language areas and the emphasized language skills
The emphasized language areas are vocabulary and grammar. Then, the emphasized language skills are reading and writing. There is much less attention given to speaking and listening. Pronunciation receives little, if any, attention.
  1. The role of students’ native language
The meaning of the target language is translated into the native language to make it clearer because the mostly language used in native language.
  1. The evaluation accomplishment
The students are asked to translate the target language into the native language or vice versa in the written test.
  1. The teacher response to the students error
The teacher supplies the student with the correct answer if the students make errors or do not know the answer.

Techniques:
  1. Translation of a literary passage
Students translate a reading passage from the target language into the native language that provides the vocabulary and grammatical structure that are studied in subsequent lesson. The passage can be from the target language literature or from the teacher itself that is designed to particular grammar rules and vocabulary. The idioms should not be translated literally, but in a way they understand the meaning.
  1. Reading comprehension questions
Students answer the questions in the target language based on their understanding of the reading passage. The questions are often sequenced so that the first one should answer that the information contained within the reading passage, the second one should answer the question that the answers are not contained in the reading passage, and the third one should relate the passage to their own experience.
  1. Antonyms/synonyms
Students are given one set of words and are asked to find antonyms, synonyms, or even to define one set of words based on their understanding in the reading passage.
  1. Cognates
Students are taught to recognize cognates by learning the spelling or sound patterns that correspond between the languages. Students are also asked to memorize that look like cognates but have meaning in the target language that are different from those in the native language.
  1. Deductive application of rule
Grammar rules are presented with examples. Once students understand a rule, they are asked to apply it into the different examples.
  1. Fill in the blanks
Students are given a series sentence with words missing. They are asked to fill in the blank with new vocabulary items or with items of a particular grammar type, such as prepositions or verbs with different tenses.
  1. Memorization
Students are given lists of target language vocabulary words and their language equivalents and are asked to memorize them. Students are also required to memorize grammatical rules and grammatical paradigm such as verb conjunctions.
  1. Use words in sentences
In order to show the students understanding about the meaning and use of a new vocabulary item, they make up sentences in which they use the new words.
  1. Composition
The topic is given to the students to write in the target language. The topic is based on the passage of the lesson. But sometimes, the students are asked to prepare a précis of the reading passage instead of creating a composition.

Grammar Translation Method which focuses on vocabulary and grammatical rules could be very good to enrich the students’ vocabulary. Not only one single item of words, but also many of words because we can also learn about the synonyms and antonyms of the words. It is also good to improve the students’ language knowledge, especially the grammar rules. By applying this method, the grammar rules such as tenses can be understood well because the students apply it into other examples and compose it into sentences during the lesson.

Source:
Larsen-Freeman, Diane. 2000. Techniques and Principles in Language Teaching. Oxford: Oxford University Press.

Wednesday, 11 October 2017

TIPS DAN TRIK PRESENTASI

TIPS DAN TRIK PRESENTASI


Presentasi merupakan hal yang sangat penting dalam menyampaikan suatu gagasan/ide/konsep/materi tertentu kepada audiene atau peserta dalam suatu acara. Dengan melakukan presentasi, kita akan dengan mudah berbagi dan berinteraksi dengan audience di depan kita. Kemudahan itu juga didukung dengan kemajuan teknologi yang kian melesat seperti adanya laptop dan proyektor dengan menampilkan poin-poin penting presentasi melalui slide. Namun, dengan adanya kemudahan dan fasilitas yang kian mendukung tersebut justru bisa menjadi hal yang merugikan jika kita tidak bisa memadukan dan mengatasinya dengan diri kita sendiri. Bisa jadi, slide presentasi yang kita tampilkan terlalu ramai sehingga susah untuk dipahami. Bisa jadi, kita terpaku dengan penampilan yang mencolok sehingga mengabaikan materi presentasi. Bisa jadi, kita asik sendiri membaca slide presentasi tanpa memperdulikan interaksi dengan audience atau hal-hal yang lainnya. Berikut saya akan berbagi sedikit tentang tips dan trik presentasi mulai dari persiapan dan saat presentasi.

1. Kuasai dan Jiwai Materi
Dalam presentasi, materi yang disampaikan haruslah benar-benar kita kuasai dan jiwai. Menjiwai materi berarti kita benar-benar paham dan benar-benar bisa menghidupkan materi tersebut sehingga dapat tersampaikan ke audience dengan jelas. Materi tersebut tidak perlu kita hafalkan secara keseluruhan sedemikian rupa, tapi kita hanya perlu memahami dan menguasai materi tersebut. Dengan demikian, dalam melakukan presentasi kita akan benar-benar bisa menjiwai materi kita sehingga presentasi akan menjadi lebih hidup.
2. Slide Menarik, Sederhana, dan Mudah Dipahami
Yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana agar presentasi kita terlihat menarik sehingga audience akan merasa senang dan ingin mengikuti presentasi kita. Namun, perlu digaris bawahi bahwa menarik di sini bukan berarti penuh dengan gambar-gambar yang tidak perlu, penuh dengan warna-warna yang mengganggu, atau tulisan yang terlampau banyak sehingga akan membuat slide menjadi terlalu ramai. Menarik di sini adalah sederhana, background yang sesuai, berisi hanya poin penting dan inti materi, dan lugas dan tidak bertele-tele sehingga mudah dipahami. Gambar-gambar, warna, dan background juga penting, namun secukupnya saja dan tidak berlebihan.
3. Perbanyak Latihan
Ya, latihan. Inilah hal yang sangat perlu dilakukan oleh kita sebagai penyaji materi untuk berlatih menguasai materi, berlatih berinteraksi dengan audience, dan menemukan gaya presentasi yang pas dengan kita karena menurut saya gaya presentasi tiap orang bisa berbeda. Dengan memperbanyak latihan tentu akan semakin menambah kepercayaan diri kita untuk menghadapi presentasi yang sesungguhnya. Tidak hanya itu, dengan berlatih kita juga akan menemukan kelemahan-kelemahan kita yang perlu kita perbaiki. Sehingga kita akan semakin bisa menguasai kelemahan-kelemahan kita dan menutupnya.
4. 5 Menit Pertama Penentu
Di sinilah biasanya penentu presentasi kita, kesiapan kita, dan ketertarikan audience.  5 menit pertama ini sangat penting dan perlu untuk diperhatikan. Biasanya, kita sebagai penyaji akan merasa gugup dan grogi ketika nama kita dipanggil atau saat giliran kita untuk presentasi. Disinilah kuncinya agar kita bisa mengatasi rasa gugup kita yaitu 5 menit pertama. Kita bisa saja gemetar, berkeringat dingin, susah berkata-kata, takut, jantung berdebar-debar kencang, dan tidak focus sehingga kita pikiran kita akan buyar dan hilang semua persiapan matang yang sudah kita siapkan. Kalau tidak diatasi dengan segera, maka akan berdampak pada presentasi kita sehingga menjadi kacau. Cara mengatasinya adalah saat pertama kali naik ke panggung presentasi pastikan kita sudah siap baik materi, media, dan mental. Berdiamlah sejenak, jangan langsung berbicara. Tarik nafas, atur nafas, dan pastikan kita sudah melakukan kontak dengan audience. Lihat dan kuasai semua audience, kuasai ruangan, dan panggung. Barulah ketika kita sudah siap dan menguasai semuanya, bukalah presentasi kita dan mulailah presentasi.  
5. Jangan Terlalu Banyak Berpindah-pindah Tempat
Terlalu sering bergerak ke sana ke mari ketika presentasi bisa membingungkan dan membuyarkan fokus dari audience. Minimalkan gerakan mondar-mandir jika memang tidak diperlukan. Bergeraklah seperlunya saja agar fokus dari audience tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh gerakan sehingga materi dapat tersampaikan.
6. Kontak Dengan Audience
Interaksi dengan audience sangatlah diperlukan dalam presentasi. Selain untuk menyampaikan materi, kontak dengan audience juga untuk menjaga mereka agar tetap bersama kita, dalam artian mereka tetap konsentrasi dan mengikuti presentasi kita. Kontak ini dapat berupa kontak mata, gesture (bahasa tubuh), tanya jawab, diskusi, praktek, atau sebagainya untuk menjaga audience tetap bersama kita. Ketika tidak ada kontak, maka audience akan merasa jenuh dan materi kurang tersampaikan secara maksimal.
7. Jangan Terpaku Pada Slide
Hal yang sering terjadi ketika presentasi adalah kita sebagai seorang penyaji terpaku dengan tulisan yang ada di slide. Sehingga, ketika kita menyampaikan atau menjelaskan materi, kita hanya membaca apa yang ada di slide. Ini yang perlu kita hindari. Seperti yang saya sampaikan di sebelumnya, bahwa penguasaan dan penjiwaan materi sangatlah penting dalam presentasi agar interaksi dengan audience dapat berjalan lancar.
8. Percaya Diri
Yang tidak kalah penting dalam presentasi adalah kepercayaan diri dari seorang penyaji. Sebagai seorang penyaji tentu akan lebih meyakinkan para audience jika penyaji itu sendiri percaya diri dengan apa yang disampaikan. Dengan kepercayaan diri, maka audience pun akan terbawa dan merasa bahwa apa yang disampaikan benar-benar hal yang penting dan perlu untuk diperhatikan. Dengan kepercayaan diri pula seorang penyaji dapat menyampaikan presentasi dengan meyakinkan dan penuh dengan penjiwaan. Kuncinya adalah kuasai materi dan kalahkan semua kelemahan kita sebagai seorang penyaji.
9. Sesuaikan Gaya Bahasa Dengan Audience
Menyampaikan sesuatu agar lebih meyakinkan adalah dengan menyesuaikan bahasa dari audience itu sendiri. Kuncinya adalah sebelum kita melakukan presentasi, pastikan kita tahu dan memahami background dari para audience mulai dari pendidikannya, pekerjaannya, bahasanya, budayanya, dan sebagainya yang menjadi cirri dari audience. Tujuannya adalah agar materi benar-benar tersampaikan dengan baik dan untuk menghindari kesalah pahaman antara yang disampaikan dan yang didengar. Sebagai contoh adalah ketika audience berasal dari yang berpendidikan rendah, maka bahasa yang digunakan lebih baik jangan terlalu akademis dan gunakanlah bahasa yang mudah dipahami oleh mereka. Sebaliknya, jika audience berasal dari yang berpendidikan tinggi, maka gunakanlah bahasa yang lebih akademis agar mereka tidak tersinggung dan dapat mengikuti presentasi dengan baik.

Itulah beberapa tips dan trik presentasi sebagai hasil dari pengalaman pibadi, pengamatan, dan dari beberapa referensi. Semoga dapat membantu.

Wednesday, 27 September 2017

6 Tips dan Kiat Kelar Skripsi

6 Tips dan Kiat Kelar Skripsi
Hasil gambar untuk skripsi
www.adisumaryadi.com


Skripsi, ya..pasti bukan hal asing lagi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semesta akhir. Skripsi mungkin menjadi hal yang terdengar menakutkan, benar gak? gak juga sih..
Banyak mahasiswa yang belum kelar skripsinya walaupun sudah semester akhir. Bisa jadi karena malas, dosennya, sibuk kerja, atau hal yang lain. Namun yang pasti, skripsi adalah hal utama yang perlu diselesaikan apapun alasannya. Nah di sini, saya akan berbagi sedikit tips biar skripsi cepet kelar, gak ada lagi alasan malas, karena dosen, sibuk kerja, ataupun yang lainnya. Yuk cek...
1. Jangan bosen ngampus
Yang pertama adalah jangan bosen-bosen ke kampus. Ya, walaupun di kampus sudah tidak ada kuliah lagi, minimal di kampus bisa merasakan aura-aura akademis gitu. Jadi, mau gak mau kita pasti akan terbawa suasananya yang kemudian akan membangkitkan semangat kita untuk ngerjain skripsi. Walaupun sudah gak ada kuliah, rajin ngampus menjadi hal jitu untuk mengatasi kejenuhan dalam ngerjain skripsi karena di kampus kita bisa bertemu dengan teman-teman yang lain. Ketemu dosen juga jadi lebih mudah karena pastinya dosen punya jadwal ngajar di kampus. Jadi ga susah kalau mau ketemu dosen guys.
2. Jangan nunggu tulisan sempurna
Bener banget nih sobat, dalam ngerjain skripsi jangan nunggu tulisan kita sempurna dulu. Tapi yang terpenting adalah apa referensi yang kita punya, ya tuangkan saja. Apa ide yang kita punya ya ketik dulu aja, apa yang terlintas tentang skripsi kita ya tulis dulu aja. Masalah benar atau salahnya itu mah nanti. Setelah semua ide, referensi, dan apapun tulisan kita sudah jadi, barulah kita review lagi dan perbaiki tulisan yang tadi masih acak-acakan. Perbaiki mulai dari tata tulisan, format tulisan, typo, grammar, dan yang lainnya dengan teliti. Reviewlah berulang agar tulisan benar-benar baik. Kenapa? karena kalau nunggu tulisan kita sempurna kita tidak akan pernah berani ngajuin revisi ke pembimbing. Apa yang ada, ya kita ajukan bimbingan.
3. Jangan tergoda waktu luang
Benar-benar hal yang sering membuat kita lalai kalau waktu luang yang kita miliki ini selalu berjalan dan tidak akan terulang. Maka, jangan sampai kita terlena dengan banyaknya waktu luang yang kita miliki, maklum semester tua udah gak ada kuliah. Jadi, seberapapun waktu yang kita miliki pastikan bermanfaat dan nyicil garap skripsi, jangan males-malesan apalagi buat main-main gak jelas. Jangan melewatkan waktu yang berharga untuk menunda karena kita akan merasa waktu itu sangat berharga jika kita sudah melewatinya. Akan ada waktu di mana kita akan menyesali waktu-waktu yang sudah kita lewati dengan percuma. 
4. Sering-sering ketemu temen yang sibuk skripsi
Ada pepatah kalau kita berteman dengan tukang besi kita juga akan tercium besinya, tapi kalau kita berteman dengan penjual parfum minimal kita juga akan tercium wanginya. Itulah manfaatnya kalau kita sering ngampus, sering bertemu dengan teman-teman yang sedang ngerjain skripsi, sering kumpul sama temen yang semangat ngerjain skripsi, sering sharing dan bertanya maka kita juga akan terkena dampak positifnya yaitu semangat untuk ngerjain skripsi. Kita akan terpecikan oleh semangat orang-orang disekitar kita untuk ngerjain skripsi, akan terpacu, dan akan termotivasi. Berbeda kalau hanya tiduran di kos, gak dapet inspirasi dan yang ada hanya rasa malas. Karena paling enak yang sharing sama temen. Kalau temen udah lulus semua, tinggal sendirian, mau sharing sama siapa? mau tanya sama siapa?
5. Cari kegiatan yang bermanfaat dan yang ada hubungannya dengan kampus
Kegiatan sebagai selingan untuk penghilang penat ketika ngerjain skripsi cukup penting juga karena bisa menghilangkan sejenak penat dan ketegangan otak kita. Me-refresh sejenak pikiran kita dengan bercengkrama dengan berbagai aktifitas yang dapat memulihkan mood dan semangat kita.
6. Jangan nunggu mood dateng, tapi bangkitkan mood ngerjain skripsi
Mood ngerjain skripsi memang kadang ada, kadang gak ada. Kadang dateng, tapi cepet pergi lagi. Akhirnya kita cuma baru nulis satu dua paragraf sudah bosen, akhirnya berhentii ngerjain. Ini yang perlu digaris bawahi kalau mood ngerjain itu perlu diciptakan. Buka aja laptopnya, ketik-ketik dulu aja yang terlintas, baru deh lama-lama akan menikmati. Jauhkan dulu gadgetnya, cemilannya, kasurnya, bantalnya, selimutnya. Kalau udah menikmati pasti ide akan mengalir sendiri guys.

Mungkin itu sedikit yang bisa saya bagikan ke temen-temen semua. Pastinya kiat, tips, dan cara tiap orang berbeda-beda guys tapi minimal bisa berbagi dan semoga bermanfaat.. .

Friday, 18 August 2017

Beberapa Karakter Pembeli Dan Cara Menghadapinya

Beberapa Karakter Pembeli Dan Cara Menghadapinya

       
www.linkedin.com
   
Terkadang dalam transaksi jual beli ada beberapa karakter pemebeli yang membuat mood penjual berubah-ubah sehingga transaksi tidak berjalan dengan lancar. Pengaruh pembeli sangat kuat sehingga penjual harus tetap bisa menjaga moodnya tetap baik agar transaksi berjalan lancar. Berikut beberapa karakter pembeli dan cara menghadapinya.
1. Pembeli yang ramah
     Sebagai seorang pembeli, memang seharusnya menunjukan sikap ramah saat akan bertransaksi. Itu menunjukan bahwa antara pembeli dan penjual sama-sama saling membutuhan. Bukan sekadar pembeli harus memenuhi segala keinginannya tanpa memperdulikan penjualnya. Pembeli dengan karakter ramah biasanya datang dengan tersenyum, dan jika di sapa dia akan tambah tersenyum dan membalas salam dari penjual. Cara menghadapi pembeli karakter seperti ini adalah penjual juga harus bersikap ramah dan bisa mengatur cara berkomunikasinya agar pembeli merasa dihargai dan akan menjadi pelanggan setia. Walaupun suasana penjual sedang marah, dongkol, dan sebagainya, tetapi tetap harus menunjukan sikap yang ramah pula.

2. Pembeli yang cuek
     Pembeli dengan karakter seperti ini memang sering kita temukan. Ketika kita senyum, dia seolah-olah tidak peduli. Ketika disapa, dia tidak akan menyapa balik. Ketika ditanya mau beli apa, dia tidak menjawab. Dia seolah-olah adalah yang sangat dibutuhkan, dan penjual tidak dianggap sama sekali. Menghadapi tipe pembeli seperti ini sepertinya sedikit sulit karena tidak ada interaksi, hanya ada interaksi dingin. Cara menghadapinya adalah dengan tetap menjaga mood kita tetap baik. Jangan sampai terpengaruh menjadi cuek. Tetap menanyakan keperluannya, menjelaskan produk kita dan jangan sampai kita menjadi muram.

3. Pembeli yang sok tahu
     Terkadang, ada saja pembeli yang sok tahu, tapi sebenarnya tidak tahu. Karakternya hampir sama seperti si cuek itu. Ketika ditanya tidak menjawab, ketika disapa tidak membalas sapa, ketika diberi senyuman tidak membalas senyum. Dan yang paling menonjol adalah dia datang untuk membeli tapi hanya lihat-lihat produk, intip-intip, pegang-pegang, dan ketika sudah lama dan bingung, dia baru bertanya. Bikin gedeg juga si, tapi itulah karakternya. Sok tahu, tapi ternyata tidak tahu. Cara menghadapinya adalah biarkan saja dia seperti itu, tunggu sampai dia benar-benar bertanya dan melakukan transaksi. Karena kalau kita terus menawarkan produk, dia hanya diam dan lihat-lihat dan bikin eneg. Tetapi, kita harus tetap menjada mood dan tetap ramah agar tidak ikutan jadi sok tahu.

4. Pembeli yang merasa paling berkuasa
     Pembeli dengan karakter seperti ini biasanya cuek. Dia datang, langsung to the point banget ngomongnya. Tidak senyum, tidak menyapa. Kalau disapabut tidak menyapa balik, ketika ditanya tidak menjawab. Dia biasanya tidak suka berinteraksi, lebih menunjukan kekuasaannya sebagai pembeli yaitu datang, membeli, ya sudah langsung pergi. Cara menghadapinya adalah dengan sama-sama menunjukan sikap tegas dan tetap menjaga suasana transaksi. Sikap tegas disini berarti tidak terlalu banyak berinteraksi, dan memberikan apa yang dia butuhkan tanpa member banyak tawaran lain karena itu biasanya tidak ditanggapi.

5. Pembeli yang santai
     Pembeli dengan karakter seperti ini biasanya lebih ramah dan menghargai penjualnya. Dia lebih suka bertanya tentang produk, banyak berinteraksi dan kadang berinteraksi diluar produk dan transaksi jual beli. Pembeli dengan karakter ini lebih enak dalam membangun suasana transaksi yang santai tapi mengena. Karena kita punya kesempatan untuk lebih menawarkan dan memperkenalkan produk. Cara menghadapinya adalah dengan tetap menjaga mood dan ikuti ritme transaksi dan interaksi sesuai pembeli. Dengan begitu, dia akan lebih mudah menerima tawaran-tawaran tentang produk kita.

6. Pembeli yang terburu-buru
     Terkadang ada saja pembeli yang terburu-buru dan ingin cepat-cepat. Biasanya dia akan cepat dalam menentukan pilihan produk yang ingin dibeli. Dia lebih mudah menerima apa yang dia inginkan tanpa banyak pertimbangan. Cara menghadapinya adalah dengan tetap menjadi kita sebagai penjual tetap santai dan ramah, jangan terbawa suasana menjadi gugup dan ingin cepat menyelesaikan transaksi. Tawarkan produk yang dia inginkan dan yang paling baik, karena dia biasanya akan segera menentukan tanpa melihat harganya. Jadi kesempatan baik bagi penjual untuk menawarkan produk terbaiknya sesuai kebutuhan pembeli.

7. Pembeli yang ngenyel, tidak mau tahu, dan merasa benar sendiri
     Pembeli dengan karakter seperti ini memang agak sedikit sulit dihadapi. Dia merasa paling tahu produknya sehingga ketika dijelaskan tidak akan menerima dan selalu merasa apa yang dia tahu adalah yang benar. Dia selalu ngeyel dan apa yang dia inginkan harus ada. Susah memang dan harus bersabar. Cara mengahadapinya adalah biarkan dia berbicara dulu sampai selesai, dan biarkan dia menyampaikan keinginannya. Baru setelah itu, tawarkan produk yang ada dengan menunjukan barangnya dengan memberikan penjelasan sedetail mungkin. Jika dia tidak percaya dan masih ngenyel, biarkan dia ngeyel terlebih dahulu. Kemudian jelaskan lagi dengan ramah. Jika masih ngeyel maka biarkan saja dia, karena jika tetap dilayani, maka akan mengubah mood kita menjadi ikutan ngeyelan.

        Itulah beberapa karakter pembeli dan cara mengahadapinya berdasarkan pengalaman pribadi. Jika ada yang benar maka dapat diaplikasikan, jika banyak ketidaksesuaian, maka carilah yang sesuai. Intinya, dalam mengahadapi pembeli, sebagai penjual harus tetap menjaga moodnya agar tetap  jernih. Jangan mudah terbawa suasana pembeli karena dapat mengacaukan transaksi. Walaupun sejatinya pembeli adalah raja dan penjual menyediakan kebutuhan pembeli, namun sebagai penjual juga harus bisa menunjukan kekuasaannya. Karena pembeli dan penjual sama-sama saling membutuhkan.

Post Unggulan

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi dan Sejarah

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi dan Sejarah My Own Property Yogyakarta memang terkenal dengan beragam wisatanya...

Popular Posts